Pertemuan pertama yang tak terduga
Kala pandangku tajam ke matamu
Aku tak mengerti tentang sebuah rasa yang ada
Jam dinding berhenti berdetak
Tergantikan oleh detak jantungku yang tak menentu
Senyum syahdumu melekat dalam lelapku
Bayang semumu pun tak terhapus waktu
Diam-diam kau menjadi pangeran kalbuku
Tidak ada komentar:
Posting Komentar